Sunday, August 20Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Warga di pesisir Filipina berlarian menyelamatkan diri akibat badai

Share

Manila (JettNews.com) – Ribuan warga di desa pesisir Filipina berlarian menyelamatkan diri saat topan mendekati desa pesisir di wilayah tengah negara tersebut, topan dengan level IV tersebut menerjang wilayah tersebut pada akhir pekan ini.

Biro Cuaca setempat menyatakan bahwa topan dengan nama Nock-ten yang secara lokal dikenal dengan nama Nina tersebut sebelumnya bergerak dengan kecepatan 130 kilometer per jam (93 mil per jam), dan menerjang Provinsi Camarines Sur di semenanjung Bicol. Sejak melemah hingga 15 kilometer per jam arah angin menuju barat dan barat daya.

“Beberapa keluarga di garis pantai Albay mulai melarikan diri ke tempat yang lebih aman dan dataran lebih tinggi,” kata Mina Marasigan selaku juru bicara Badan Bencana Nasional kepada sejumlah wartawan.

Dia juga menambahkan bahwa desa-desa di Provinsi Camarines Sur dan Provinsi Camarines Norte juga dipindahkan ke sejumlah tempat penampungan, dan Albay merupakan salah satu provinsi di selatan Camarines Sur.

Diperkirakan gelombang badai dan banjir juga diperkirakan terjadi di dataran rendah dan wilayah-wilayah pesisir namun yang di dikhawatirkan oleh warga setempat adalah jika nanti terjadi tanah longsor yang biasa di lereng gunung, demikian pernyataan Badan Bencana Nasional.

Juru bicara Badan Bencana Nasional pun menyebutkan, bahwa dari pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan topan di sembilan provinsi di sepanjang wilayah pesisir timur dengan menangguhkan perjalanan darat, laut, dan udara hingga Senin (26/12) untuk menghindari kecelakaan.

Sementara itu ribuan wisatawan yang hendak mengisi waktu liburan di kota tersebut telantar di beberapa terminal.

Beberapa jadwal penerbangan dibatalkan selama sepekan di wilayah tengah dan timur laut negara itu. Badan Keamanan Laut juga mengeluarkan perintah agar dihentikan sementara operasi kapal-kapal nelayan.

Kementerian Energi dan Pekerjaan Umum mengerahkan personel gawat darurat untuk bersiaga membersihkan sampah di jalanan dan memulihkan listrik yang sempat padam.

Bala tentara diperintahkan untuk membantu evakuasi warga. Pada 2013, lebih dari 6.000 orang tewas dan 200 ribu unit rumah rusak setelah diterjang topan Haiyan, badai terkuat selama ini yang mengakibatkan tanah longsor di Filipina dan menerjang wilayah tengah Kepulauan Layte dan Samar.

Sekitar 20 topan melintasi wilayah Filipina setiap tahun. Sejak 1948 sedikitnya tujuh topan menerjang negara itu selama periode perayaan Natal. Pada 16 Oktober 2016, topan Sarika dengan kecepatan angin sekitar 200 kilometer per jam menghancurkan puluhan ribu rumah di Pulau Luzon.

Selain itu, badai menyebabkan ratusan ribu warga hidup tanpa listrik dan pembatalan ratusan penerbangan domestik serta internasional.

Topan dengan kategori sangat berbahaya tersebut juga telah memicu tanah longsor di kawasan terpencil Catanduanes yang menyebabkan empat orang tewas, demikian Reuters.

Editor : Tama

Sumber : Antara News

Leave a Reply