Monday, September 25Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Uang Baru NKRI

Share

Jakarta (jettnews.com) – Peluncuran dan peredaran 11 uang baru NKRI pada hari ini yang juga bertepatan dengan Hari Bela Negara. Makna kedua, kata Agus, adalah penggunaan uang rupiah NKRI sebagai satu-satunya mata uang alat pembayaran di wilayah Indonesia.

“Pencantuman frasa NKRI memiliki makna filosofis sebagai simbol kedaulatan RI,” kata Agus, Senin (19/12).“Penggunaan mata uang asing tidak sejalan dengan semangat nasionalisme. Pelanggaran itu dapat dipidanakan dan kena sanksi, kecuali untuk transaksi yang diperbolehkan Undang-Undang,” kata dia.

Adapun makna adanya uang rupiah baru tersebut, pertama, perwujudan kedaulatan RI. Terlebih, dalam rupiah mencantumkan frasa Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI).

Makna kedua, rupiah ialah alat pembayaran yang sah. Agus mengatakan, rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi di Indonesia. “Rupiah adalah alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan untuk transaksi di NKRI,” tuturnya.

Agus menerangkan makna ketiga adalah tanggung jawab BI sebagai otoritas yang menerbitkan dan mengedarkan uang rupiah, agar uang rupiah selalu tersedia dan mencukupi kebutuhan transaksi maksyarakat Indonesia.

Sedangkan makna keempat, lanjut Agus, adalah uang rupiah harus dijaga dan dirawat oleh masyarakat Indonesia dengan baik, karena uang rupiah merupakan simbol kedaulatan negara. “Masyarakat perlu meninggalkan kebiasaan kurang baik seperti membasahi, mencorat-coret, mensteples, dan melipat-lipat,” kata Agus.

Sedangkan makna kelima adalah terdapatnya gambar pahlawan, yang disertai ciri khas kebudayaan berbagai daerah di Indonesia. “Pada uang rupiah ada gambar seperti tarian daerah, keindahan alam, gambar pahlawan. Gambar pahlawan adalah bentuk penghormatan kepada pahlawan kusuma bangsa,” ujarnya.

Pada Senin, Presiden Joko Widodo di Kantor Pusat Bank Indonesia, meresmikan penerbitan dan peredaran 11 uang NKRI baru, yang terdiri atas tujuh uang rupiah kertas dan empat uang rupiah logam. 

Ada pun 12 pahlawan nasional yang tercantum dalam uang NKRI tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Rupiah Logam NKRI.

Adapun uang desain baru yang diluncurkan hari ini mencakup tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam.

Pecahan Rp 100.000

Pecahan Rp 100.000 tetap menampilkan duo proklamator, Soekarno-Hatta dan didominasi warna merah. Namun yang membedakan dari desain yang lama, gambar Presiden RI pertama, Soekarno terlihat lebih elegan dan tidak terlalu formal. Selain itu, di bagian belakang terdapat gambar Tari Topeng Betawi, sedangkan pada desain lama berupa gedung DPR/MPR.

Pecahan Rp 50.000

Pecahan Rp 50.000 tetap didominasi warna biru. Dalam desain baru, pecahan ini menampilkan pahlawan nasional Ir Djuanda Kartawidjaja, di mana pada desain lama gambar yang menghiasi pecahan ini adalah I Gusti Ngurah Rai. Sementara itu pada bagian belakang terdapat gambar Tari Legong dari Bali dengan latar belakang pemandangan alam pulau Komodo.

Pecahan Rp 20.000

 dok BIpecahan dua puluh ribu

Pecahan ini tetap didominasi warna hijau dengan menampilkan pahlawan nasional GSSJ Ratulangi. Di pecahan desain lama, pahlawan yang ditampilkan adalah Otto Iskandardinata. Pada bagian belakang terdapat gambar Tari Gong dari Suku Dayak dan latar belakang panorama alam Derawan Kalimantan Timur.

Pecahan Rp 10.000

dok BIpecahan sepuluh ribu

Pecahan yang didominasi warna ungu ini ditampilkan pahlawan dari tanah Papua, Frans Kaisiepo, dan pada bagian belakang terdapat gambar Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan dan pemandangan alam Taman Nasional Wakatobi dan bunga cempaka Hutan Kasar.

Pecahan Rp 5.000

dok BIpecahan lima ribu

Pada pecahan yang didominasi warna cokelat ini ditampilkan pahlawan nasional KH Idham Chalid dan pada bagian belakang uang terdapat gambar penari gambyong serta pemandangan alam  Gunug Bromo serta bunga sedap malam.

Pecahan Rp 2.000

dok BIpecahan dua ribu

Pada pecahan yang didominasi warna abu-abu ini, terdapat gambar pahlawan nasional Moehammad Hoesni Thamrin. Sementara itu di bagian belakang terdapat gambar Tari Piring dari Sumatera Barat serta pemandangan alam Ngarai Sianok dan bunga jeumpa.

Pecahan Rp 1.000

dok BIpecahan seribu

Pada pecahan yang didominasi warna hijau ini, gambar pahlawan wanita dari Aceh, Tjut Meutia ditampilkan. Di bagian belakang, terdapat gambar Tari Tifa dari Papua dan Maluku Tenggara serta pemandangan alam Banda Neira dan bunga anggrek Larat.

Uang Logam

Selain uang kertas, BI juga menerbitkan uang logam. Pada pecahan Rp 1.000, ditampilkan pahlawan dari Bali yakni I Gusti Ketut Pudja. Adapun di pecahan Rp 500 terdapat gambar letjend TNI TB Simatupang.

Pada pecahan Rp 200 terdapat gambar pahlawan nasional Dr Tjiptomangunkusumo, dan di Rp 100 terdapat gambar Prof Dr Herman Johannes yang juga rektor Universitas Gadjah Mada periode 1961-1966.

Editor : Tama

Leave a Reply