Sunday, August 20Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Sumsel Siap Sukseskan Bonn Challenge besok

Share

Palembang (JettNews)Sumsel siap menjadi tuan rumah kegiatan Internasional Asia High Level Bonn Challenge tanggal 9-10 Mei 2017 besok.

Bonn Challenge merupakan salah satu upaya penyelamatan hutan, selain sebagai forum pertemuan regional tingkat menteri lingkungan hidup, kehutanan dan sumber daya (pemerintah), juga melibatkan elemen sipil dan bisnis dari seluruh dunia. Tujuan utamanya adalah sebagai upaya global untuk mengurangi laju deforestasi seluas 150 juta hektar lahan hutan hingga tahun 2020, dan 350 juta hektar sampai dengan tahun 2030.

upaya menjalin kemitraan multi-aktor P4 (public private people partnership) untuk mengelola berbagai aktivitas dalam suatu bentang alam secara terpadu, lintas sektor (kehutanan, perkebunan, pertanian), dan lintas wilayah administratif (desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, pulau/region) dalam kerangka green growth (protection dan production).

Pedro Brancalion dari Atlantic Forest Restoration Pact, menjelaskan bahwa Bonn Challenge merupakan koalisi penting yang dapat mengintegrasikan rencana nasional dengan internasional secara lebih luas lagi terkait perspektif restorasi hutan. Forum ini dapat memperkuat tujuan bersama dan menghasilkan komitmen lebih banyak lagi.

 “Bonn Challenge ingin meyakinkan pemerintah (Brasil, Red) untuk mendukung upaya ini, karena kami bertujuan memulihkan 15 juta lahan kritis yang merupakan 10% dari seluruh tujuan Bonn Challenge hingga tahun 2020 mendatang,” ucapnya seperti diungkapkan pada video di YouTube channel IUCN, International Unionfor Conservation of Nature.  Selain Brasil, peran Indonesia di Bonn Challenge juga tak kalah penting karena negara kita sebagai pemilik hutan tropis terluas kedua setelah Brasil.

Komitmen Indonesia dibuktikan melalui perwakilan dari salah satu daerah di Indonesia dengan kekayaan hasil hutan yang melimpah yaitu Sumatera Selatan. Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sebelumnya telah diundang sebagai pembicara pada annual meeting di Jalisco, Meksiko, IUCN di Honolulu, Hawai, dan Climate Action and Sustainability di New York seperti dikutip dari Kompas. Di tahun ini, Alex juga berbicara dalam forum restorasi lanskap dunia “The Bonn Challenge” Amerika Latin dan Afrika Selatan di Panama, pada Jumat 26 Agustus 2016. Di forum itu Alex menyampaikan tantangan dalam implementasi restorasi kawasan hutan yang kritis di Sumsel, bahwa Sumsel hanya dalam waktu sekitar 1,5 tahun telah mampu mewujudkan restorasi lanskap, melalui kemitraan pengelolaan lanskap atau ecoregion dengan pihak swasta yaitu Asia Pulp & Paper.

Dengan demikian Indonesia yang diwakili oleh pemerintah daerah Sumatera Selatan turut berperan aktif dalam Bonn Challenge dengan komitmennya terhadap upaya pemulihan lahan kritis di wilayah Indonesia.

Editor : Dwina

 

Leave a Reply