Monday, June 26Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Sate Lalat Kuliner Khas Pamekasan

Share

(JettNews.com) – Jika Anda berkunjung ke Kabupaten Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur, tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan yang satu ini. “Sate Lalat”, demikian nama makanan khas di kabupaten berpenduduk sekitar 1 juta jiwa itu.

Eitsss, sate lalat disini bukan berarti berasal dari lalat loh gaiss, sate ini sama seperti sate pada umumnya, hanya saja bedanya ukurannya ya gaiss. Jadi sate ini dipotong kecil-kecil seperti lalat, berbeda dengan jenis sate madura pada umumnya, sate ini hanya ada di kabupaten Pamekasan ya gaiss.

Karena sate ini sangat unik dan  khas, maka pemkab setempat menjadikan sate lalat sebagai makanan khas di Kabupaten Pamekasan.  Pada 26 Oktober 2016 yang lalu, saat kabupaten ini merayakan hari jadi ke-486, pemkab menggelar kegiatan membakar sebanyak 20.800 tusuk sate lalat di Area Monumen Arek Lancor Pamekasan dan kegiatan itu masuk dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) gaiss.

Hal unik lainnya dari sate lalat ini gaiss yaitu penjualannya yang terbatas. Jadi sate ini hanya ada di kawasan “Sae Salera”, yakni khawasan khusus yang menjadi pusat kuliner di Kabupaten Pamekasan, yakni di Jalan Niaga, atau sekitar 200 meter ke arah selatan Arek Lancor Pamekasan.

Kawasan khusus yang menjadi pusat kuliner Pamekasan ini mulai buka sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dan tutup sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Semua penjual sate di kawasan ini, sudah bisa dipastikan menjual sate lalat. Penjual biasa menggenakan pakaian khas Madura, yakni dengan celana gombor, kaos berwarna merah putih dan baju pesak. Harganya juga sangat terjangkau, anda hanya merogoh kocek senilai Rp15.000, anda sudah bisa menikmati 20 tusuk sate lalat berikut nasi dan es teh gais

Editor :Eka

Sumber : JettNews

Leave a Reply