Monday, May 29Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Riedl Berusaha agar Timnas Indonesia tak terpental

Share

Internasional – Timnas Indonesia saat ini berada di posisi juru kunci klasemen sementara babak penyisihan Grup A Piala AFF Suzuki 2016 yang berlangsung di Filipina.

Pada laga perdana kejuaraan sepak bola tingkat Asia Tenggara itu, tim besutan Alfred Riedl kalah dari Thailand dengan skor 2-4. Sementara dua pesaing lainnya di grup tersebut, yakni Filipina dan Singapura, bermain imbang sehingga memiliki nilai sama-sama satu, sementara Indonesia nol.

Timnas Indonesia sebenarnya memiliki permainan menjanjikan ketika kontra Thailand, karena mampu mencetak gol pada babak kedua setelah tertinggal 0-2 di babak pertama.

Usai menyamakan kedudukan 2-2 dan memberikan harapan besar bagi banyak pendukung timnas, baik yang berada di Filipina maupun di Tanah Air, para pemain sepertinya mengalami “kebuntuan” untuk menambah gol.

Sebenarnya banyak serangan yang dilakukan anak asuh Riedl, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal. Atau memang sang lawan cukup tangguh apalagi tim “Gajah Putih” itu sebagai juara bertahan ajang ini.

Namun Riedl mengaku senang karena untuk orang netral, pertandingan ini sangat menarik karena permainan kedua tim sangat cepat.

Ia menjelaskan, senangnya yakni tim tersebut sempat menyamakan kedudukan 2-2 pada awal babak kedua, setelah tertinggal 0-2 di babak pertama.

Namun, pelatih asal Austria itu, mengakui secara jujur bahwa Thailand adalah tim bagus, perjalanan internasionalnya bagus. Mereka tim di atas timnas Indonesia.

Ia melanjutkan, pihaknya tidak berlarut dengan kekalahan tersebut dan mengevaluasi permainan melawan Thailand untuk menghadapi tuan rumah Filipina yang diakui saat ini pun jadi tim kuat.

Apalagi, Filipina pernah mengalahkan Indonesia dan kini mereka tuan rumah dan pasti mendapat dukungan besar dari suporternya.

Jika dilihat pola permainan Filipina melawan Singapura yang berakhir imbang tanpa gol, peluang Indonesia untuk bisa mengimbangi bahkan mengalahkan tuan rumah cukup besar karena terlihat beberapa celah, terutama dari sisi sebelah kanan pertahanan mereka.

Terbukti, beberapa kali pemain Singapura mampu menerobos hingga masuk kotak penalti. Ini bisa menjadikan peluang bagi Riedl untuk memberikan porsi khusus kepada pemain sayap kiri, yakni Rizki Pora untuk berkreasi.

Selain itu, mendorong Andik Vermansyah untuk lebih konsentrasi di sisi kanan serangan Indonesia dengan umpan silang mendatar ke jantung pertahanan lawan yang sudah ada Boaz Salossa atau penyerang lainnya menanti di sana.

Pertandingan kontra Filipina bisa menjadi pertarungan “hidup-mati” bagi Indonesia. Sebab, jika kalah akan pupus harapan lolos ke putaran selanjutnya.

Sementara itu, menyinggung kelemahan pertahanan pemain belakang Indonesia yang mengakibatkan gol Thailand ke gawang Indonesia pada babak pertama, Riedl mengakui sudah mengevaluasinya.

Menghadapi dua sisa laga, terutama menghadapi Filipina, pelatih itu meski tak menjelaskan secara gamblang namun tersirat akan menerapkan pola serangan balik cepat dengan menjaga umpan bola silang lawan karena memiliki tinggi badan.

Pada sesi latihan ringan Minggu pagi di Lapangan Xavier School, San Juan City, Manila, Filipina, Riedl lebih menerapkan pola pengembalian stamina bagi tim inti saat melawan Thailand, namun sebelumnya terlihat memberikan arahan cukup lama kepada anak asuhnya itu.

Ia menjelaskan pada latihan tersebut, pemain yang bermain melawan Thailand cuma menjalani latihan ringan selama 25 menit. Sementara yang lainnya menjalani banyak latihan bola silang dan antisipasinya karena laga melawan Filipina pasti akan banyak umpan silang.

Menyinggung mental pemainnya usai kalah 2-4 dari Thailand, ia mengatakan seusai pertandingan langsung dikumpulkan dan diberikan kekuatan bahwa yang berlalu biarkan, karena masih ada pertandingan lainnya.

Para pemain pada sesi latihan tersebut terlihat antuasiasmenya melahap semua materi yang diberikan pelatih dan asistennya.

Di bagian lapangan lain yang tidak masuk tim inti pada laga lawan Thailand lalu, terlihat Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan usai pemanasan melakukan permainan cepat dan bola silang langsung menusuk jantung pertahanan lawan.

Beberapa kali umpan silang dari pemain sayap langsung ke tengah dan disambut pemain tengah atau depan dengan tembakan langsung ke gawang.

Salah seorang pemain inti ketika melawan Thailand, Rizki Pora, mengaku siap untuk menghadapi laga selanjutnya.

Melihat pola latihan yang diberikan Riedl, belum terlihat apakah akan ada perubahan daftar pemain inti ketika menghadapi Filipina. Sepertinya masih mengandalkan tim yang kemarin kalah dari Thailand.

Namun, dengan nampak sehatnya Evan Dimas Darmono yang pada laga lalu hanya diturunkan sekitar 10 menit terakhir, kemungkinan akan dimainkan dari menit pertama demi menjaga ritme permainan dan serangan balik secara cepat.

Sebab, dalam sesi latihan itu, Evan terlihat diberi ruang lebih leluasa untuk memainkan perannya, baik mendistribusikan maupun menyambar umpan silang dan melesakkannya ke gawang.

Sementara untuk penjaga gawang, meski belum terlihat apakah tetap mempertahankan Kurnia Meiga, dua penjaga gawang cadangan melakukan latihan ekstra keras, termasuk mengantisipasi bola-bola atas dari operan silang lawan.

Namun, pola apa dan bagaimana permainan menghadapi Filipina nanti, yaitu pada Selasa (22/11), ada di tangan Alfred Riedl.

Harapan pecinta sepak bola Tanah Air cuma satu, semoga timnas Indonesia tidak terjungkal dari ajang bergengsi sepak bola tingkat Asia Tenggara itu.

Sumber : Antara News

Leave a Reply