Monday, May 29Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Plastik, Jangan Anggap Remeh Benda Yang Satu Ini?

Share

Sumatera Utara (Jettnews.com) -Plastik botol bekas bungkus pewangi baju dan bungkus susu yang selama ini kita abaikan, dapat dimanfaatkan menjadi barang yang unik dan bernilai seni bahkan bernilai ekonomi salah satu cara memanfaatkan dengan mendaur ulangnya.

Di tangan warga desa Tanjung Ibus kecamatan Secangan kabupaten Langkat Sumatera Utara, barang yang biasanya tidak berharga dan diabaikan tersebut dijadikan barang unik seperti tas undangan, tas ke pasar,dan tas untuk anak muda masa kini. Awalnya sekedar mencoba-coba para kaum ibu muda ini sambil mengisi waktu luang berhasil membuat kreasi tas dari bahan daur ulang.

Dengan memotong bagian bungkus pewagi dan bungkus susu, menjalinnya hingga menjadi suatu tas yang bernilai ekonomis, begitu juga dengan botol minuman digunakan hanya beberapa bagian saja untuk dijalin menjadi tas.

Harga tas ini bervariasi dari Rp15 ribu hingga Rp50 ribu. Pemasaran tas ini sudah sampai keluar daerah,namun karna keterbatasan modal menyiapkan berdasarkan pesanan.

Pengrajin mengaku bahwa mereka tidak memiliki dana untuk membuat tas dengan jumlah lebih banyak,sebab bahan daur ulang ini dibeli mereka dari pengumpul sampah. Ide pembuatan ini berawal saat melihat tas milik teman mereka dan menanyakan di mana dibeli ternyata tas tersebut berasal dari bahan daur ulang.

Nah dari situlah timbul ide untuk membuat tas tersebut,dengan modal coba-coba dan secara otodidak para kaum ibu tersebut sudah dapat menciptakan berbagai macam motif tas dari bahan daur ulang.

Menurut Sri Rawati awalnya ide pembuatan tas dari bahan daur ulang tersebut berawal melihat orang memakai tas tersebut terlihat unik dan cantik,sempat menanyakan dimana dibelinya dan dibuat.

“Dari situlah kami mulai coba-coba untuk membuat bersama teman-teman sambil mengisi waktu luang,bersama teman-teman kita sudah satu tahun membuat tas dari bahan daur ulang,dan sudah banyak yang memesan tas tersebut,” ujar Sri yang juga pengrajin daur ulang.

Dirinya mengatakn, bahan daur ulang tersebut kami dapatkan dari masyarakat sekitar mengumpulkan yang mengetahui kalau kami membuat tas menggunakan daur ulang,terkadang dibeli dan dikasih.

Jadi bagi anda yang biasanya membuang sampah plastik yang diangap tidak berguna, apakah tidak mencoba seperti kaum ibu ini, yang mampu berkreasi dengan daur ulang sampah yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah sambil membantu perekonomian keluarga.

Editor : Dwina

Sumber : Okezone.com

 

Leave a Reply