Monday, June 26Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Perusahaan yang Go-Public di tahun 2016

Share

Jakarta (Jettnews.com) – Di tahun 2016, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor seperti infrasrtruktur, jasa keuangan, energi, dan kesehatan merambah lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI, hingga 19 Desember 2016 ada 16 perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

1.PT.Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO).

ARTO menjadi emiten pertama yang melantai di BEI tahun ini, dan resmi menjadi emiten ke-522. ARTO resmi tercatat di BEI pada Selasa (12/1/2016). ARTO menawarkan saham baru sebanyak 241,25 juta lembar dan mencatatkan 952,93 juta lembar saham perseroan. Sehingga total saham yang dicatat di BEI sebanyak 1,19 miliar lembar. Harga penawarannya sebesar Rp 132 per saham, dengan raihan dana mencapai Rp 31,85 miliar. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 141 atau naik 6,82 persen dibandingkan harga penawaran.

2.PT.Mitra Pemuda Tbk (MTRA).

Emiten kedua yang melantai di bursa tahun ini adalah MTRA. MTRA resmi tercatat di BEI pada Rabu (10/2/2016) dengan melepas sebanyak 170 juta saham baru atau 21,25 persen dari total modal disetor penuh. Harga penawarannya sebesar Rp 185 per saham, dan mendulang perolehan dana hingga Rp 31,45 miliar. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 300 per saham atau naik 62,12 persen dibandingkan harga penawaran.

3.PT.Mahaka Radio Integra Tbk (MARI).

MARI resmi tercatat di BEI pada Kamis (11/2/1016). Perusahaan milik Erick Tohir ini menjadi emiten ketiga yang melantai di bursa tahun ini. Perusahaan yang bergerak di bisinis penyiaran itu menerbitkan saham baru saat IPO sebanyak 105,05 juta lembar dengan saham eksisting 420,21 juta lembar. Adapun harga penawarannya sebesar Rp 750 per saham dengan nilai Rp 100 per lembar. Perseroan berhasil mengantongi dana segar dari IPO sebesar Rp 78,78 miliar dengan kapitalisasi pasar Rp 393,94 miliar. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 975 per saham atau naik 30 persen dibandingkan harga penawaran.

4.PT.Bank Ganesha Tbk (BGTG).

BGTG resmi menjadi emiten keempat yang melantai di BEI, pada Kamis (12/5/2016). Melepas sebanyak 5.372.320.000 saham atau 60,44 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, harga penawarannya sebesar Rp 103 per saham. BGTG mendulang perolehan dana dari IPO sebesar Rp 553,35 miliar. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 75 per saham atau turun 27,18 persen dibandingkan harga penawaran.

5.PT.Cikarang Listrindo Tbk (POWR).

POWR resmi tercatat di BEI pada Selasa (14/6/2016). POWR melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 1,60 miliar saham, dengan harga saham sebesar Rp 1.500 per saham. POWR mendulang perolehan dana dari IPO sebesar Rp 2,4 triliun. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 1.285 per saham atau turun 14,33 persen dibandingkan harga penawaran.

6.PT.Silo Maritime Perdana Tbk (SHIP).

SHIP resmi tercatat di BEI pada Kamis (16/6/2016) dan melepas 500 juta lembar saham senilai Rp 70 miliar. Harga sahamnya ditawarkan sebesar Rp 140 per saham. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 494 per saham atau naik 252,86 persen dibandingkan harga penawaran.

7.PT.Duta Inti Daya Tbk (DAYA).

DAYA mencatatkan IPO di bursa pada Selasa (28/6/2016), dengan melepas sebanyak 478,04 juta saham atau 23 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawarannya sebesar Rp 180 per saham, dan dana perolehannya mencapai Rp 86,04 miliar. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 191 per saham atau naik 6,11 persen dibandingkan harga penawaran.

8.PT.Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE).

Pengelola Jungle Land, JGLE, resmi mencatatkan IPO di bursa pada Rabu (29/6/2016). JGLE melepas 2,3 miliar saham baru atau setara dengan 10,19 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Anak usaha Grup Bakrie ini menetapkan harga IPO sebesar Rp 140 per saham dan mendulang raihan dana sebesar Rp 322 miliar. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 398 per saham atau naik 184,29 persen dibandingkan harga penawaran.

9.PT.Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA).

OASA, perusahaan konstruksi spesialis pembangunan menara telekomunikasi ini resmi tercatat di bursa pada Senin (18/7/2016). Melepas 160 juta saham ke publik dengan harga penawaran Rp 190 per saham, total dana yang diraih mencapai Rp 30,4 miliar. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 292 per saham atau naik 8,15 persen dibandingkan harga penawaran.

10.PT.Capital Financial Indonesia Tbk (CASA).

CASA menjadi perusahaan ke-10 yang melantai di bursa tahun ini, pencatatan resminya pada Selasa (19/7/2016). CASA melepas sebanyak 5,5 juta saham atau setara 47,61persen dari total modal yang ditempatkan dan disetorkan penuh setelah IPO. Harga nominal sahamnya sebesar Rp100 per lembar saham dan ditawarkan senilai Rp 130 per saham. Adapun perolehan dananya mencapai Rp 715 miliar. Pada 21 Desember 2016 harga sahamnya sebesar Rp 440 per saham atau naik 238,46 persen dibandingkan harga penawaran.

11.PT.Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Perusahaan pelat merah di bidang konstruksi WSBP resmi tercatat di BEI pada Selasa (20/9/2016). Perusahaan pembuat beton cetak ini melepas sebanyak 10,54 miliar lembar saham baru hasil IPO, dengan raihan dana sebesar Rp 5,1 triliun. Harga penawaran sahamnya sebesar Rp 490 per saham. Per Desember 2016 harga sahamnya sudah mencapai Rp 545 per saham, atau naik 11,22 persen dibandingkan harga penawaran.

12.PT.Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF).

INCF resmi melakukan pencatatan saham kembali (relisting) BEI pada Selasa (27/9/2016). Harga penawarannya sebesar Rp 123 per saham, dan langsung mengalami kenaikan 0,72 persen menjadi Rp 278 pada hari relisting. Total saham yang ditawarkan sebanyak 1,438 miliar saham, terdiri dari saham Seri A sebanyak 61,32 juta saham, dan saham Seri B sebanyak 1,37 miliar saham. Per tanggal 21 Desember 2016 harga sahamnya Rp 448 per saham, atau naik 264,23 persen dibandingkan harga penawaran.

13.PT.Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA).

 PBSA menjadi emiten ke-13 yang melantai di BEI tahun ini, pada Rabu (28/9/2016). PBSA melepas 300 juta saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.200 per saham. Harga penawaran sahamnya sebesar Rp 1.350 per saham, dan mendulang perolehan dana Rp 360 miliar. Per tanggal 21 Desember 2016 harga sahamnya Rp 1.290 per saham, atau turun 4,44 persen dibandingkan harga penawaran.

14.PT.Aneka Gas Industri Tbk (AGII).

 AGII resmi tercatat di BEI pada Rabu (28/9/2016). Adapun jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 766.660.000 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 500 dan harga penawaran Rp 1.100 per saham. Raihan dana dari IPO itu sebesar Rp 843,32 miliar. Pada tanggal 21 Desember 2016 harga sahamnya Rp 950 per saham, atau turun 13,64 persen dibandingkan harga penawaran.

15.PT.Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

 Laboratorium Prodia atau PRDA resmi tercatat di BEI pada Rabu (7/12/2016) dan menjadi emiten ke-15 tahun ini atau ke-538 dari total emiten. Adapun jumlah saham yang dilepas sebesar 187,5 juta saham atau setara 20 persen dari total saham perusahaan. Harga saham yang ditawarkan kepada investor sebesar Rp 6.500 per lembar saham. Dana yang berhasil diraih dari IPO ini mencapai Rp 1,22 triliun. Pada tanggal 21 Desember 2016 harga sahamnya Rp 5.125 per saham, atau turun 21,15 persen dibandingkan harga penawaran.

16.PT.Bintang Oto Global (BOGA).

BOGA resmi tercatat di BEI pada Senin (19/12/2016). BOGA melepas 1,8 miliar saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100. Perseroan menetapkan harga penawaran saham sebesar Rp 103 per saham. Total dana yang diraup dari hasil IPO sebesar Rp 185,40 miliar. Namun, saham BOGA sempat terkena auto rejection, yaitu penolakan secara otomatis oleh Jakarta Automatic Trading System (JATS) terhadap penawaran jual dan permintaan beli yang dimasukkan ke dalam JATS sebagai akibat dilampauinya batasan harga yang ditetapkan oleh BEI.

Saat dikenakan auto rejection nilai sahamnya mencapai Rp 175 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,4 miliar atau 137.777 lot. Pada tanggal 21 Desember 2016 harga sahamnya Rp 294 per saham, atau naik 185,44 persen dibandingkan harga penawaran.

Editor : Tama

Sumber : Perusahaan Go-Public yang tercatat di 2016

 

Leave a Reply