Sunday, August 20Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Menyambut ESDM 35/2016, Pertamina tanggapi santai

Share

Palembang (JettNews.com) – Keputusan langsung Menteri ESDM, Ignasius Jonan, tanda tangani Peraturan Menteri ESDM Nomor 35 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Pembangunan Kilang Minyak di Dalam Negeri oleh Badan Usaha Swasta (Permen ESDM 35/2016) Pertamina Region II Palembang menaggapi dengan santai karena selama ini ekspolasi kilang minyak sudah dilakukan oleh pihak ketiga.

“Lho Memang selama ini eksplorasi kan sudah banyak dilakukan oleh pihak ketiga”kata Makhasin Area Manager Comunication dan Relation Marketing Operation Pertamina Region II Palembang melalui pesan singkat di Palembang kepada Jettnews Rabu (30/11).

Tujuannya Permen ESDM tersebut  ialah untuk menekan impor BBM yang saat ini sudah mencapai 800.000 barel per hari (bph) atau 50% dari kebutuhan nasional.

Makhasin melanjutkan, mengenai pelaksanaan pembangunan kilang minyak di dalam negeri oleh badan usaha swasta dirinya menyambut baik mengingat kilang yg ada sudah cukup tua.

“Pembangunan kilang minyak memang sebenarnya baik dan segera di laksanakan karena mengingat kilang yg ada sdh cukup tua” tambahnya

Namun ada kendala yang haru dihadapi, dirinya menambahkan untuk membangun kilang bukan hal yg mudah disamping biaya yg cukup besar juga ada beberapa aspek yg harus dilihat dan dipertimbangkan.

“sebagai dampak maupun kelangsungan kilang itu sendiri, mengenai siapa pelaksananya, tentu akan mengalami mekanisme, dan itu masih panjang artinya belum sampai kesitu secara intern harus betul betul melalui beberapa kajian kajian” ucapnya

Di sisi lain, berita yang di dapat perhitungan Pertamina, dengan adanya 4 proyek modifikasi kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) dan 2 proyek pembangunan kilang baru (Grass Root Refinery/GRR) yang mereka jalankan, Sehingga Indonesia sudah swasembada BBM di 2023.

Pada 2022, Pertamina menargetkan kapasitas kilang minyak mereka sudah 2 juta bph. Kapasitas akan terus ditambah hingga mencapai 2,6 juta bph pada 2030. Keberadaan kilang swasta tentu berpotensi menggerus pasar BBM di dalam negeri yang dikuasai oleh Pertamina. (H.R)

Editor : Eka

 

Leave a Reply