Sunday, April 23Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Mendikbud akan berikan tindakan tegas kepada guru yang curang saat USBN

JETTNEWS.COM, Jakarta – Ujian nasional memang menjadi momok tersendiri bagi kebanyakan siswa/siswi yang masih mengeyam bangku sekolahan, prilaku curang demi kelulusanpun tak ayal menjadi pilihan murid bahkan juga para guru.

Menganggapi hal itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yakni Muhadjir Effendy ini telah menegaskan bahwa akan melakukan pemecatan kepada guru yang telah terbukti melakukan kecurangan didalam pelaksanaan ujian di sekolah baik itu Ujian Nasional (UN) maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Muhadjir usai peletakan batu pertama gedung SMP dan SMA Global Sevilla di Jakarta pada hari Rabu 5 April 2017 ini telah mengatakan “Kalau ada guru curang dan dia PNS, maka saya akan meminta agar dia dipecat. Guru yang melakukan kecurangan harus mendapatkan sanksi yang seberat-beratnya”.

Dirinya telah menegaskan bahwa sekarang ini tidak lagi merupakan saat guru membantu murid di dalam pelaksanaan ujian. Menurut Muhadjir, membantu murid di dalalm ujian ini sama halnya dengan memahat ketidakjujuran dan juga menjauhkan anak dari pribadi yang berakhlak mulia.

Muhadjir mengatakan bahwa sekolah ini harus bebas dari kecurangan karena sekolah merupakan hulu dari peradaban. Jangan harap di hilirnya kana bersih apabila sumber dari peradabannya ini telah kotor. Sedangkan hulunya bersih juga masih belum tentu di hililrnya bersih. Namun paling tidak sekolah ini harus bersih dari praktik kecurangan.

Muhadjir menuturkan bahwa pada saat sekolah secara tidak langsung mengajari tentang ketidakjujuran itu, maka praktik itu juga akan terus berlanjut oleh sang murid pada saat sudah terjun di dalam dunia masyarakat.

Muhadjir mengatakan  “Kalau jadi pejabat, maka dia akan berbuat seperti itu. Ketika jadi guru juga berbuat seperti itu. Begitu juga ketika jadi ulama”. Oleh sebab itu dia telah mengajak untuk para pengelola sekolah untuk menjauhkan sekolah dari praktik kecurangan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memang mengakui bahwa pada pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang telah dilaksanakan pada beberapa waktu yang lalu ini memang telah terjadi praktik kecurangan. Namun praktik kecurangan ini lebih banyak terjadi di daerah perkotaan. Memang sudah sepatutnya praktik kecurangan ini dihapuskan.

Editor: Eka

Sumber : Indowarta

Leave a Reply