Tuesday, May 23Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

LPP : Dengan pelatihan mari kingkatkan kesejahteraan Petani

Share

Palembang (JettNews) -Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) perusahaan perkebunan dituntut untuk memiliki daya saing yang tinggi. Tanpa memiliki keunggulan daya saing sulit untuk berkompetisi. Salah satu cara yang dilakukan memberikan pelatihan kepada seluruh SDM seperti yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) melalui Workshop pemberdayaan Fasilitator Daerah (Fasda) membangun kebun kelapa sawit rakyat berkelanjutan.

Tujuannya acara ini adalah untuk menghadapi program besar yakni program peremajaan sawit rakyat, dalam acara ini diikuti oleh seluruh petani kelapa sawit yang tersebar si seluruh wilayah sumsel.

Direktorat Jendral Perkebunan Kementrian Pertanian (Kementan) Dr. Ir Hendrajat Natawijaya mengatakan hal itu, Namun sebelum program tersebut dijalankan ada tiga aspek yang harus dipenuhi yakni Aspek teknis, aspek SDM, dan aspek keberlanjutan.

“Ketiganya harus ada dengan hasil akhirnya nanti petani yang melakukan program peremajaan kebun nya sudah dapat disertifikasi oleh Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) atau Sistem Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan” katanya saat sambutan di Ballrom Hotel Aston Palembang Selasa (6/12).

Dikatakanya, kita harus perbaiki dulu yakni SDM yang sesuai dengan menggunakan metode pelatihan tentang bercocok tanam yang baik, memahami dan mengelola kebun dengan baik, juga terhadap tanggung jawab sosial kepada lingkungan ini akan membantu kualitas pata petani.

“Soal ISPO ini data nasional yang perlu peremajaan 150ribu hektare kalau di Sumatera selatan kita mulai dari administrasinya terlebih dahulu jika sudah siap maka kita implementasikan (penerapan) untuk dananya sendiri hingga saat ini sudah mencapai 150 Triliun itu di dapat dari sumbangan pelaku usaha yang melakukan ekspor CPO (Crude Palm Oil) minyak sawit metah dan turunnya” Imbuhnya

Hal yang sama, Selaku Direktur lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, Gunawan Ciptadi mengatakan kita disini sebagai fasilitator (pemberi fasilitas) dan sebagai pusat pengembangan SDM subsektor pertanian sangat mendukung program yang satu ini.

“Kita akan mendukung disetiap subsektor perkebunan ini dengan menyiapkan pelaku utamanya yakni petani (SDM) baik perkebunan milik rakyata atau milik plasma”katanya

Karena kita tahu, lanjutnya jumlah perkebunan rakyat hingga saat ini mencapai 45persen atau 4,4juta hektare.

“Dengan sebanyak itu kita berharap dapat meningkatkan kembali produktivitas CPO nantinya makanya kita berdayakan disini melalui Workshop ini” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sumsel Ir. Fachrurozi Raiz hanya mengatakan kebun di sumsel sudah masuk dalam zona peremajaan karena kita tahu umur pohon kelapa rawit 30 tahun.

“Artinya kita ingin meningkatkan produksi tapi tidak ingin memperluas area ya kala mau memperluas area kita ada programnya namun bukan dalam program Fasda ini” tukasnya.

Editor : Eka

Leave a Reply