Thursday, July 20Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Kabareskrim : Kami Siap Hadapi Praperadilan Ahok!

Share

Nasional — ‎Penyidik Bareskrim Polri telah menaikkan status kasus dugaan penistaan agama dari penyelidikan ke penyidikan, dan menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka.

Selanjutnya upaya hukum yang bisa dilakukan pihak Ahok yakni dengan mengajukan praperadilan. Kemudian siapkan Polri jika Ahok mengajukan praperadilan?

“Saya siap, tentunya siap,” ucap Kabareskrim Komjen Ari Dono, Rabu (16/11/2016) di Mabes Polri.

Senada dengan Kabareskrim, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andrianto juga mengaku siap menghadapi praperadilan.

“Kami siap pastinya, itu sudah risiko,” singkat jenderal bintang satu itu.

Untuk diketahui, Kabareskrim Komjen Ari Dono, Rabu (16/11/2016) telah mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Rupatama Mabes Polri.

Dari hasil gelar perkara semalam, Bareskrim akhirnya memutuskan Ahok ditetapkan sebagai tersangka di kasus dugaan penistaan agama‎ dengan ancaman diatas lima tahun penjara.

“‎Setelah diskusi oleh tim penyelidik dicapai kesimpulan meski tidak bulat namun didominasi pendapat perkara harus diselesaikan di peradilan terbuka. Konsekuensi proses penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan dengan menetapkan Ahok sebagai tersangka,” tegas Ari Dono.

Selain menetapkan Ahok sebagai tersangka karena melanggar Pasal ‎156 a KUHP jo Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, penyidik juga melakukan pencegahan pada Ahok agar tidak meninggalkan Indonesia.

“‎Selain ditetapkan sebagai tersangka, kami juga melakukan pencegahan agar tidak meninggalkan Indonesia, koordinasi dengan Imigrasi,” imbuhnya.

Ari Dono menambahkan kedepan penyidik akan segera menerbitkan SPDP dan menuntaskan penyelidikan untuk secepatnya berkas dikirim ke Jaksa Penuntut Umum.

Sumber : Sriwijaya Post

Leave a Reply