Friday, July 21Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Ilmuwan berhasil temukan virus pembunuh kanker

Share


JETTNEWS.COM, Kesehatan – Mungkin penyakit satu ini menjadi momok sendiri bagi yang punya masalah kanker akan mempunyai harapan tipis untuk bertahan hidup tapi tenang sekarang para ilmuwan Swiss dari University of Geneva (UNIGE) dan University of Basel berhasil menciptakan sebuah virus buatan yang dapat digunakan untuk menyerang kanker.

Diketahui virus ini digunakan dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusai dengan cara mengirimkan sejumlah sel pembunuh yang tujuan utamanya melawan kanker demikian seperti Jettnews lansir dari News Medical, Jumat (26/5).

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications. Sistem kekebalan dan mekanisme pertahanan tubuh memang kerap tidak mengenali sel kanker sebagai sebuah ancaman. Oleh karena itu mereka membiarkan tumor tumbuh dalam tubuh tanpa gangguan.

Berbeda dengan virus. Sistem kekebalan tubuh akan langsung bereaksi jika ada virus yang masuk ke dalam tubuh. Dengan segala cara mereka akan berupaya menyerang dan mematikan virus tersebut.

Memanfaatkan sensitivitas sistem tubuh terhadap virus tersebut, tim peneliti yang dipimpin Prof. Daniel Pinschewer dari University of Basel dan Prof. Doron Merkler dari University of Geneva, membuat virus artifisial yang berdasarkan pada lymphocytic choriomeningitis virus (LCMV), yang bisa menginfeksi baik hewan pengerat maupun manusia. Demikian dikutip Russia Today (27/5).

Cara pengobatan ini diyakini bakal lebih efektif dibandingkan dengan imunoterapi yang banyak digunakan untuk melawan kanker pada saat ini.

Pada virus artifisial tersebut para ahli virologi menggabungkan protein yang ditemukan dalam sel kanker yang diderita. Virus artifisial tersebut kemudian disuntikkan ke dalam tubuh untuk memicu respons kekebalan yang kuat terhadap penyakit tertentu. Secara teori, teknik ini bisa digunakan untuk melawan segala jenis kanker.

Para ahli mencoba menyuntikkan virus buatan itu ke dalam tubuh hewan pengerat, dalam hal ini tikus. Virus tersebut relatif tidak berbahaya, namun cukup untuk memberi sinyal peringatan kepada sistem kekebalan tubuh untuk mengenali protein kanker berbahaya itu.

Akhirnya, kombinasi sinyal peringatan dan protein sel kanker tersebut dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk mengumpulkan pasukan dari cytotoxic T-limfosit (virus pembunuh yang dilepaskan oleh tubuh saat merasakan bahaya), yang mengidentifikasikan sel-sel kanker melalui protein mereka dan menghancurkannya.

Percobaan pada tikus menunjukkan hasil yang baik, namun para peneliti belum mengumumkan kapan mereka akan mengujinya pada manusia.

Pengobatan yang telah tersedia bagi para penderita kanker memang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, menurut para ahli, pengobatan yang ada itu belum cukup untuk memerangi berbagai jenis kanker.

“Kami berharap temuan dan teknologi baru kami ini akan segera digunakan dalam perawatan kanker dan membantu meningkatkan tingkat keberhasilan mereka,” kata Pinschewer pada Telegraph (27/5).

Virus buatan yang sangat menjanjikan ini telah dipatenkan melalui Unitec, sebuah struktur yang menawarkan saran serta kontak industri dan keuangan ke UNIGE, Rumah Sakit Universitas, serta Universitas Ilmu Pengetahuan Terapan dan Seni Jenewa.

Editor : Eka

Baca Juga :Ilmuwan ciptakan virus buatan untuk melawan kanker

Leave a Reply