Monday, September 25Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Ikuti TA Konsultan Pajak hanya sumbang 34%

Share

Palembang – (Jettnews.com) – Periode II program pengampunan pajak atau tax amnestysejauh ini tingkat kepatuhan wajib pajak masih rendah terhadap program Tax Amnesty (TA) tersebut terbukti 34% saja Konsultan Pajak yang memanfaatkan program ini.

“Sayangnya sampai saat ini baru 34% saja Konsultan Pajak yang terdaftar di Kanwil DJP Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kepulauan. Bangka Belitung (Babel) yang memanfaatkan program TA” Kata M Ismiransyah M Zain
Selu Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sumsel Kep. Babel dalam laporan resmi Selasa (29/11).

Dikatanya, Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) sebagai salah satu Konsultan Pajak resmi yang diakui Direktorat Jenderal Pajak diharapkan dapat
diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para klien tidak hanya mengikuti Amnesti Pajak,

“Tetapi juga dalam kepatuhan pembayaran serta pelaporan pajak para kliennya, AKP2I sebagai mitra yang bagus diharapkan dapat berperan lebih untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak dan menjadi contoh yang baik untuk para kliennya”, tegasnya

Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel  kembali menyampaikan akan melakukan penertiban Konsultan Pajak tidak resmi.

“Saya serius akan tertibkan Kosultan Pajak yang tidak resmi dan akan memberikan pos pelayanan khusus bagi Konsultan Pajak resmi tersebut.” ujarnya.

Dalam kesempatan yang lain, Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel berkesempatan melakukan sosialisasi di Aula BPN (Badan Pemeriksa Keuangan) Provinsi Sumsel yang dihadiri oleh Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Sosialisasi kali ini dirinya menegaskan bahwa bagi Wajib Pajak yang tidak ikut program Amnesti Pajak tidak akan mendapatkan fasilitas Amnesti Pajak yang salah satunya adalah tidak akan dilakukannya pemeriksaan.

“Fasilitas mengikuti Amnesti Pajak salah satunya tidak akan dilakukannya proses pemeriksaan oleh karena itu manfaatkan sekarang sebelum terlambat, dan sebagai informasi, baru 26% Notaris dan PPAT yang memanfaatkan program TA sampai dengan periode II ini” tukasnya

(H.r)

Editor : Dwina

Leave a Reply