Sunday, August 20Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Hati-hati, Jerman masih belum aman dari terosisme

Share

Berlin (JettNews.com) – Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengungkapkan  meski terduga penyerangan di salah satu pasar jelang Natal di Berlin, Anis Amri, telah terbunuh namun hingga sat ini Jerman belum sepenuhnhya aman  dari ancaman terhadap terorisme.

Ia mengatakan, “Kesimpulan dari perburuan sayangnya tidak mengubah tingkat ancaman teror di Jerman , yang tetap tinggi dan pemerintah harus tetap waspada,” katanya dalam jumpa pers di ibu kota Jerman, Jumat (23/12).

setelah pernyataan tersebut, De Maiziere juga mengungkapkan akan membicarakan masalah ini dengan Menteri Kehakiman saat ini yakni Heiko Maas soal perubahan aturan hukum sebagai dampak serangan tersebut, dia pun menggarisbawahi bahwa pihaknya sudah membuat usul untuk mengubah aturan pengusiran bagi pihak yang terlibat dalam terorisme.
“Saya berhak membuat saran lebih lanjut untuk membuat Jerman lebih aman,” tegasnya

Ditempat lain, seorang pria yang masih dinyatakan terduga atas penabrakan truk di pasar malam menjelang Natal di Berlin tersebut, tewas dalam kontak senjata dengan polisi di pinggiran kota Milan, Italia, Jumat waktu setempat.

Video pendek diunggah di laman majalah Italia, “Panorama”, mengisyaratkan bahwa tembak-menembak itu terjadi menjelang fajar antara terduga pelaku dengan kepolisian.

Laporan tersebut merupakan salah satu dari sejumlah kabar berbeda mengenai keberadaan terduga pelaku yang juga merupakan pencari suaka asal Tunisia bernama Anis Amri (24).

Seorang pria dengan deskripsi yang mirip dikabarkan terlihat di Aalborg daerah utara Denmark, kepolisian setempat mengatakan, bahwa agar warga menjauh dari area tempat operasi pencarian.

Amri pun tertangkap kamera polisi yang saat itu tengah berjaga di sebuah masjid distrik Moabit, Berlin, pada Selasa pagi atau beberapa jam setelah terjadinya serangan penabrakan truk, demikian laporan stasiun radio RBB Jerman.

Ia pada saat itu belum masuk dalam daftar pencarian polisi. Lalu pada Kamis pagi, polisi tidak menemukan Amri saat menggeledah masjid tersebut.

Pihak penyidik di Jerman menduga bahwa Amri masih berada di Berlin karena masih mengalami luka dan tidak ingin menarik perhatian, demikian laporan Der Tagesspiegel, yang mengutip sejumlah sumber keamanan.

Jauh sebelumnya, Amri masuk dalam daftar orang harus diawasi kepolisian karena diduga berkemungkinan melakukan teror.

Editor : Eka

Sumber : Antara News

Leave a Reply