Wednesday, August 23Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Fidel Castro Serta 11 Presiden Amerika Serikat

Share

Havana, (Jettnews.com) – Fidel Castro merupakan pemimpin Kuba yang paling lama menjabat di negeri komunis itu. Dia bahkan merupakan kepala negara yang menjabat terlama ketiga di dunia setelah Ratu Inggris Elizabeth dan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej.

Berkuasa sejak revolusi tahun 1959, Castro memimpin Kuba selama hampir 50 tahun. Semasa hidupnya, Castro yang menentang pemerintah Amerika Serikat, telah ‘berhadapan’ dengan 11 presiden AS.

Mulai dari presiden Dwight Eisenhower yang memutus hubungan diplomatik AS dengan Kuba, hingga Barack Obama yang memutuskan untuk memulihkan hubungan kedua negara. Berikut nama-nama ke-11 presiden AS tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/11/2016).

— Dwight Eisenhower (Republikan, 1953-1961): Menyediakan persenjataan pada diktator Fulgencio Batista, yang memerangi para pemberontak yang dipimpin Castro. Mempersiapkan invasi ke Kuba yang dikenal sebagai invasi Bay of Pigs dan memutus hubungan diplomatik dengan Kuba pada Januari 1961.

— John F. Kennedy (Demokrat, 1961-1963): Memberikan lampu hijau untuk invasi Bay of Pigs, Kuba pada April 1961. Menetapkan embargo AS pada Februari 1962 sebelum krisis rudal Kuba terjadi pada Oktober 1962, yang hampir membuat dunia mengalami perang nuklir.

— Lyndon Johnson (Demokrat, 1963-1969): Memperkuat embargo dan mencoba mencegah penjualan nikel Kuba ke negara-negara blok Uni Soviet. Menyetujui plot CIA untuk membunuh Castro dan mendukung kelompok-kelompok gerilya anti-Castro.

— Richard Nixon (Republikan, 1969-1974): Meningkatkan aktivitas anti-Castro, termasuk penangkapan para nelayan Kuba. Juga berupaya mencegah penjualan nikel Kuba ke negara-negara blok Uni Soviet.

— Gerald Ford (Republikan, 1974-1977): Menjabat di saat serangan-serangan terhadap misi-misi diplomatik Kuba di luar negeri meningkat dan serangan terhadap sebuah pesawat Kuba yang menewaskan 73 orang. Mengizinkan kunjungan pertama para pebisnis AS ke Kuba dan meringankan embargo.

— Jimmy Carter (Demokrat, 1977-1981): Makin mengurangi embargo terhadap Kuba. Membuka sebuah bagian kepentingan AS di Havana dan mengizinkan sebuah bagian kepentingan Kuba dibuka di Washington. Memungkinkan warga Kuba di pengasingan bepergian ke tanah air mereka. Menandatangani traktat perbatasan maritim. Berkunjung ke Kuba sebagai mantan presiden AS pada tahun 2002 dan 2011.

— Ronald Reagan (Republican, 1981-1989): Hubungan kedua negara kembali memburuk. Terbentuknya Yayasan Nasional Kuba-Amerika, organisasi pengasingan utama bagi warga Kuba, dan berdirinya Radio dan TV Marti yang anti-Castro. Perjanjian imigrasi pertama kalinya diteken pada tahun 1984.

— George H. W. Bush (Republikan, 1989-1993): Memperketat kembali embargo dengan UU Torricelli Act, seiring runtuhnya blok Uni Soviet. Anak-anak perusahaan AS di negara-negara ketiga dilarang berbisnis dengan Kuba.

— Bill Clinton (Demokrat, 1993-2001): Memberlakukan UU Torricelli Act dan menyetujui UU Helms-Burton Act, yang kembali memperketat embargo. Pada tahun 1994, sekitar 36 ribu warga Kuba kabur ke AS dengan menggunakan perahu-perahu darurat dan rakit. Perjanjian imigrasi baru diteken dan Clinton mendukung para aktivis anti-Castro.

— George W. Bush (Republikan, 2001-2009): Meningkatkan bantuan finansial untuk kelompok-kelompok anti-Castro dan kembali meningkatkan embargo. Membatasi perjalanan ke Kuba oleh warga Kuba yang mengasingkan diri ke AS dan membatasi jumlah uang yang bisa mereka kirimkan ke keluarga di Kuba. Menyetujui perdagangan makanan dengan beberapa batasan. Adik Castro, Raul secara resmi memimpin Kuba semasa pemerintahan Bush.

— Barack Obama (Demokrat, 2009-sekarang): Mencabut batasan-batasan perjalanan dan jumlah uang yang bisa dikirimkan oleh warga Kuba ke keluarga mereka. Pada Desember 2014, Obama dan Raul Castro mengumumkan bahwa kedua negara akan menormalisasi hubungan. Kedua negara membuka kembali kedutaan besar mereka pada Juli 2015. Obama pun melakukan lawatan bersejarah ke Kuba pada Maret 2016, pertama kalinya seorang presiden AS yang masih menjabat, berkunjung ke Kuba sejak tahun 1928

Editor : Wahyu

Sumber : Detik.com

Leave a Reply