Friday, September 22Memberikan Berita Yang Independen,Mencerdaskan Dan Menginspirasi

Dalam Sidang Duplik Aset BUMD, Dahlan Iskan Berkukuh Tak Bersalah

Share

JETTNEWS.COM, Surabaya – Mantan Mentri BUMN Dahlan Iskan dalam sidangnya bersikukuh tidak bersalah dalam perkara pelepasan aset BUMD Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha (PT PWU).  Bersama tim kuasa hukumnya tetap pada pledoi yang telah disampaikan pada persidangan sebelumnya.

“Pada intinya duplik ini, kami tetap pada pledoi yang sudah kami sampaikan kemarin (Senin lalu),” kata anggota tim kuasa hukum Dahlan Iskan, Agus Dwi Warsono, seusai persidangan dengan agenda duplik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya di Sidoarjo, Selasa, 18 April 2017.

Agus mengatakam tuntutan jaksa penuntut umum kepada terdakwa tidak konsisten karena tidak berdasarkan pada fakta persidangan dan fakta hukum. Tuntutan jaksa, kata dia, hanya didasarkan atas keterangan Sam Santoso, direktur PT Sempulur Adi Mandiri selaku pembeli aset.

“Padahal keterangan Sam berbeda dengan keterangan Oepojo Sarjono (dirut PT Sempulur) dan Suhardi (direktur keuangan PT Panca),” katanya. Oepojo dan Suhardi, kata Agus, menerangkan bahwa transaksi jual-beli aset di Kediri dan Tulungagung dilakukan Sam dengan Wisnu Wardhana.

Wisnu merupakan kepala biro aset merangkap ketua tim restrukturisasi aset dan ketua pelepasan aset PT Panca. Dengan demikian, kata dia, Wisnu bertanggung jawab jika dalam pelaksanaan teknik pelepasan aset itu dinilai melanggar hukum. “Bukan malah Pak Dahlan (dirut PT Panca).”

Sebaliknya jaksa Trimo juga berkeras pada tuntutan. “Kami tetap pada tuntutan.” Ia mengatakan pelepasan aset tidak ada proses lelang. Transaksi jual-beli dan pembayaran sudah dilakukan sebelum ada lelang dan penawaran sehingga nilai aset PT Panca di bawah NJOP. Akibatnya negara rugi Rp 11 miliar.

Dahlan Iskan dituntut penjara 6 tahun dan denda Rp 750 juta subsider 6 bulan penjara. Selain itu ia diwajibkan membayar ganti rugi senilai Rp 4,1 miliar. Adapun Wisnu divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara. Vonis itu lebih ringan 2 tahun ketimbang tuntutan jaksa.

Editor : EJ

Sumber : Tempo

Leave a Reply